Ditulis Oleh : Siti Aminah
Menahan rasa sakit yang teramat sangat, sudah tak mampu lagi baginya untuk bertahan. Hanya jalan operasilah yang menjadi gambaran akhir agar pulih dari rasa sakit yang selama ini diderita.
“Tetap semangat untuk sehat ya,” ucapku kepada suami yang akan berjuang menjalani operasi. Setelah menjalankan beberapa rangkaian pemeriksaan menjelang operasi yang akan dilaksanakan esok harinya, kami harus beristirahat di ruang rawat inap di sebuah Rumah Sakit di daerah Jakarta.
Tak mampu kubendung air di pelupuk mata, seraya kupanjatkan do’a memohon kebesaran Allah. Semoga Allah memberikan banyak kemudahan untuk operasi suamiku esok hari.
Saat matahari mulai bersinar di langit nan teduh. Perawat datang dan memulai kembali pemeriksaan. Kali ini kami terkejut, karna gula darah suami sampai di angka 590. Hal ini tidak boleh terjadi pada pasien yang akan menjalani operasi.
Akhirnya perawat pun mengambil tindakan dengan arahan dokter, untuk menurunkan kadar gula darah melalui suntik insulin beberapa kali. Saat kondisi kadar gula darah di angka 288, dokter pun baru bisa memutuskan untuk melaksanakan operasi.
Sebelum memasuki ruang operasi, kami diminta untuk berdoa bersama. Dengan derai air mata berbalut doa-doa yang kami panjatkan, berharap penuh agar operasi berjalan lancar dan suami dapat sehat kembali seperti sedia kala. “Allahumma innii as aluka bi asmaaikal husna wa shifaatikal ‘ulyaa”.
Saat suami menjalani operasi, aku pun menunggu di musala yang letaknya tidak jauh dari ruang operasi. Tanpa kenal lelah, kupanjatkan doa di sana. Agar setelah ini, dari air mata yang kerap membasahi pipi, karna melihat dan merasakan sakit yang diderita suami, mampu menuju senyuman dalam keadaan sehat teranugerahkan.
Betapa besar Karunia dan Kuasa-Mu, alhamdulillah operasi berjalan dengan lancar atas izin dan kehendak-Mu. Kubuktikan, betapa Maha dahsyatnya kalimat doa yang selalu kupanjatkan dan tak pernah putus.
Beberapa hari kemudian, akhirnya hari yang kami tunggu untuk pulang ke rumah pun tiba. Sebelumnya ada banyak arahan dari dokter dan pihak Rumah Sakit, untuk kembali melakukan pemeriksaan pada bulan berikutnya, di tanggal yang sudah ditetapkan oleh pihak Rumah Sakit. Semoga ke depannya suami bersemangat menjalankan pola hidup sehat agar semuanya kembali normal seperti sedia kala, penuh senyuman dan selalu bahagia. Amin … ***

